0

Kisah Nyata Bar’ah : Hafidzah Qur’an (Gadis 10 Tahun) Yang Memilukan

http://sunnihomeschooling.co.cc/?p=231#more-231

Berikut ini adalah kisah sedih gadis berumur 10 tahun yang bernama Bar`ah. Orang tua Bar’ah adalah dokter dan telah pindah ke Arab Saudi untuk mencari kehidupan yang lebih baik.

Pada usia ini, Bar`ah telah menghafal seluruh Al Qur’an berikut tajweednya, dia sangat cerdas hingga gurunya pernah mengatakan bahwa dia paling unggul untuk anak seusianya.

Dia hidup dalam keluarga kecil yang berkomitmen untuk Islam dan ajaran-ajarannya. Suatu hari ibunya mulai merasa sakit perut yang parah dan setelah beberapa kali diperiksakan, diketahuilah bahwa ibu bar’ah menderita kanker, dan ternyata kanker ini sudah dalam keadaan stadium akhir/kronis.

Ibu Bar’ah berfikir untuk memberitahu putrinya, terutama jika ia terbangun suatu hari dan tidak menemukan ibunya di sampingnya … dan inilah ucapan ibu Bar’ah kepadanya “Bar`ah aku akan pergi ke surga di depanmu, tapi aku ingin kamu selalu membaca Al-Quran dan menghafalkannya setiap hari karena Ia akan menjadi pelindungmu kelak… ”

Gadis kecil itu tidak benar-benar mengerti tentang apa yang ibunya beritahukan. Tapi dia mulai merasakan perubahan keadaan ibunya, terutama ketika ia mulai dipindahkan ke rumah sakit untuk waktu yang lama. Gadis kecil ini menggunakan waktu sepulang sekolahnya untuk menjenguk ibunya ke rumah sakit dan membaca Quran untuk ibunya sampai larut malam, sampai ayahnya datang dan membawanya pulang.

Suatu hari pihak rumah sakit memberitahu ayah Bar’ah melalui telpon bahwa kondisi istrinya itu sangat buruk dan ia perlu datang secepatnya, sehingga ayah Bar’ah menjemput Bar `ah dari sekolah dan langsung menuju ke rumah sakit. Ketika mereka tiba di depan rumah sakit ia meminta Bar’ah untuk tinggal di mobil, sehingga ia tidak akan shock jika ibunya meninggal dunia.

Ayah Bar’ah keluar dari mobil dengan berlinang air mata, ia menyeberang jalan untuk masuk rumah sakit. Tapi tiba-tiba datang sebuah mobil melaju kencang dan menabrak ayah Bar’ah dan ia meninggal seketika di depan putrinya itu… tak terbayangkan… tangis gadis kecil ini pada saat itu…!

Tragedi Bar`ah belum selesai sampai di sini… setelah lima hari semenjak kematian ayahnya, akhirnya ibu Bar’ah meninggal dunia juga. Dan kini gadis kecil ini sendirian tanpa kedua orangtuanya. Dan oleh orangtua dari teman-teman sekolahnya, Bar’ah dihubungkan dengan kerabatnya di Mesir, sehingga kerabatnya bisa merawatnya.

Tak berapa lama tinggal di mesir gadis kecil Bar`ah mulai mengalami nyeri mirip dengan ibunya dan oleh keluarganya ia lalu di periksakan, dan setelah beberapa kali tes di dapati Bar’ah juga mengidap kanker … tapi sungguh mencengangkan kala ia di beritahu kalau ia menderita kanker….inilah perkataan Bar’ah kala itu: “Alhamdulillah, sekarang aku akan bertemu dengan kedua orang tuaku.”

Semua teman-teman dan keluarganya terkejut. Gadis kecil ini sedang menghadapi musibah yang bertubi-tubi dan dia tetap sabar dan ikhlas dengan apa yang ditetapkan Allah untuknya!….. Subhanallah….

Orang-orang mulai mendengar tentang Bar `ah dan ceritanya, dan Saudi memutuskan untuk mengurus nya … ia mengirim Bar’ah ke Inggris untuk pengobatan penyakit ini.

Salah satu saluran TV Islam (TV Al Hafiz) berhasil menghubungi gadis kecil ini dan memintanya untuk membaca Quran … dan ini adalah suara indah yang di lantunkan oleh Bar’ah …

http://www.youtube.com/watch?v=NnNS9ID9Ecw

Mereka (saluran TV Islam) berhasil menghubungi Bar’ah lagi sebelum ia dalam keadaan koma. Bar’ah berdoa untuk kedua orangtuanya dan menyanyikan sebuah Nasheed….

http://www.youtube.com/watch?v=yD5S-jtxFls

Hari-hari terlewati dan kanker mulai menyebar di seluruh tubuhnya, para dokter memutuskan untuk mengamputasi kakinya, dan ia telah bersabar dengan apa yang ditetapkan Allah baginya … tapi beberapa hari setelah operasi amputasi kakinya kanker sekarang menyebar ke otaknya, lalu oleh dokter diputuskan untuk melakukan operasi otak … dan sekarang Bar’ah berada di sebuah rumah sakit di Inggris menjalani perawatan dalam kondisi koma.

Silakan berdoa untuk Bar’ah, dan untuk saudara-saudara kita di seluruh dunia…

Video Bar’ah lainnya :http://www.youtube.com/watch?v=gkIO02s6Ywg%EF%BB%BF

Untuk Kemudahan Berselancar di Dunia Maya, pergunakan search engine islami : www.yufid.com

Dikirim pada 02 Desember 2010 di saint
04 Okt

"Bu bangun...bangun.!" Pa Darmawan terus menggoyang-goyang tubuh istrinya yang seperti mimpi buruk itu.
Tiba-tiba bu Darmawan bangun dengan nafas terengah-engah. Pak Darmawan pun segera mengambil air minum yang ada di meja. Segera saja bu darmawan pun meminum air.
"Astaghfirullah...astaghfirullah!" Berulang kali Bu Darmawan beristighfar.Dan suaminya hanya menatap dengan cemas.
"Ibu mimpi apa?"
Bu Darmawan segera memeluk suaminya dan menangis. Pak Darmawan hanya terdiam dengan membelai istrinya.Dengan perlahan pak Darmawan mencoba menenangkan.
"Ceritakan pada bapak, ibu mimpi apa?" Ucapnya dengan perlahan.
"Dalam mimpi ibu mendengar seorang anak yang menangis memanggil-manggil ibu. Ibu berusaha mencari-cari suara anak itu tapi ibu tak juga menemukannya. Sampai di suatu lembah ibu melihat seorang anak perempuan yang menangis tersedu-sedu memangil ibu, Lalu ibu memanggil anak itu.Tapi saat anak itu melihat ibu dia berkata,"Ibu kejam...ibu kejam... kenapa aku di buang?" Dan Tiba-tiba angin kencang menerpa dan ibu pun terbawa angin itu. Dan bapak membangunkan ibu." jelas ibu Darmawan dengan menangis lagi.
Segera Pak Darmawan memeluk istrinya dan menenangkannya dengan mengusap-ngusap punggungnya.
"Pak masih ingat tujuh belas tahun yang lalu, saat kita di usir oleh ibu? Kita pergi dari rumah mengikuti kaki melangkah dan tak tentu tujuan. Sampai di sebuah desa kita berteduh di sebuah gubuk karna hujan. Saat itu kita membawa anak yang masih satu bulan. Dan kita pun sepakat untuk menaruh anak itu.Sampai saat ini kita tak tahu kabarnya. Mungkinkah mimpi ini berhubungan dengan anak yang kita tinggalkan itu?" Lanjut ibu kembali.
"Bisa jadi seperti itu.Mungkin ini pertanda datangnnya dari Allah. Beliau mengingatkan untuk mencari anak kita. Kalau begitu besok bapak akan cari tahu tentang keberadaan anak kita itu bu." Dengan menatap istrinya. "Sekarang ibu istirahat, tenangkan hati ibu dan berdoa pada Allah."
Sepasang suami istri itu pun kembali merebahkan tubuhnya untuk melanjutkan tidurnya dengan pikiran menerawang ketujuh belas tahun yang lalu. Tampa terasa tetes air mata meleleh di kedua pipi pak Darmawan. Rasa berdosa menerpanya, dalam hatinya berkata,"Nak kamu di mana sekarang, maafkan bapak sama ibu nak, Ya Allah lindungi dan selamatkan anak kami jika dia masih hidup."

Bersambung...

Dikirim pada 04 Oktober 2010 di Cerpen


Bismillahir-Rahmanir-Rahim:
Persahabatan merupakan salah satu penampakan naluri manusia. Kepada sahabat, seseorang merasa sederajat. Satu dan yang lainnya tidak merasa lebih tinggi. Seseorang akan merasa nyaman hidupnya dengan kehadiran sahabat di sisinya. Mereka mendapatkan perhatian dan kasih sayang terpercaya tanpa pamrih. Mereka dapat saling berkeluh kesah berbagi rasa. Baik suka maupun duka. Seorang sahabat tidak akan berat meluangkan waktu untuk mendengarkan sahabatnya. Seorang akan merasa dihargai dengan kepercayaan sahabatnya. Mereka saling menerima apa adanya kekurangan dan kelebihan sahabatnya. Mereka akan berupaya agar sahabatnya selalu mendapat ridlo Allah SWT. Jika ada persoalan diantara mereka, akan diselesaikan dengan musyawarah. Tentu munsyawarah dengan komunikasi yang hangat, penuh ungkapan kasih.

Hubungan suami istri lebih dari pada persahabatn dua orang manusia. Suami telah menjadi sebelah sayap bagi istrinya. Isteri adalah sayap yang sebelahnya lagi. Suami isteri benar-benar menyatu seperti menyatunya warna kuning dan biru menjadi hijau.

Kepemimpinan suami dalam rumah tangga tak sama dengan kepemimpinan penguasa terhadap rakyatnya. Tak sama dengan kepemimpinan komandan perang terhadap pasukannya. Kepemimpinan suami bukan pengistimewaan komando dan fasilitas. Kepemimpinan suami adalah semata karena Allah telah memilih dan menunjuknya. Allah yang memberi mandat dengan kemampuan memimpin dan menafkahi isteri dan anak-anaknya. Rasulullah SAW, sebagai tauladan kita tak pernah sekalipun berlaku kasar kepada istri dan anaknya. Beliau mengasihi dan menyayangi mereka dengan tulus dan penuh kelembutan. Beliau adalah orang yang paling baik kepada istri dan anaknya. "Khairukum khairukum li ahlih wa ana khirukum li ahlii" (HR. Ibn Hibban).

Pelayanan isteri terhadap suami bukanlah penghambaan dan penghinaan. Tapi relasi yang akrab, penuh kehangatan, saling mengerti, dan berusaha sebaik mungkin mendampingi suami. Keduanya hidup sebagai sahabat. Saling menyayangi, mengasihi dan membutuhkan, member dan menerima sebatas apa yang telah ditetapkan Allah atas keduanya.

Sahabat sejati tak rela suaminya salah melangkah. Tak rela suami tersentuh api neraka kelak. Jika suami melakukan kesalahan atau kelalaian, maka dengan penuh rasa hormat dan cinta isteri akan mengingatkannya. Dengan nama Allah isteri tidak akan rela suami melakukan dosa hingga mendapat murkaNya.

Begitu pula jika isteri melakukan kesalahan, maka dengan lemah lembut dan penuh kasih sayang sayang suami harus membimbing dan mengarahkannya. Suami tidak serta marah, menghujat, mencela, memojokkan, menghina apalagi member sanksi.

Tunduk kepada Allah dan segala aturanNya. Inilah yang melahirkan kompetensi insan sejoli. Yang saling mengasah kemapuan dan mengeliminasi kelemahan. Keduanya akan menjadi mutiara umat, yang tak hanya handal dalam menyelesaikan urusan pribadi dan keluarga, namun juga kompeten menyelesaikan persoalan umat. Suami isteri bahu membahu dan berjuang bersama untuk dapat bergandengan tangan, masuk ke dalam Surga Allah SWT.


Be Smart!
Wahai para istri, tugas berat seorang fulltimer wife memang tidak ringan. Karena bersama dengan jabatan seorang istri, melekat juga jabatan sebagai ibu, sebagai hamba Allah dan sebagai anggota masyarakat. Semuanya menuntut kerja keras dan tidak bisa diabaikan satupun. Ada hak suami, hak anak-anak dan hak masyarakat. Semuanya wajib dipenuhi dalam rangka memenuhi misi hidup sebagai hamba Allah SWT. Tak mungkin menjadi pekerja parttimer sebagai istri. Dibatasi antara pukul 22.00-02.00, misalnya. Mungkinkah? Sisanya terbagi menjadi tukang masak saja pada pagi hingga siang hari, kemudian terjun ke masyarakat seraya melepas keistriannya. Ini berbahaya.

Istri mesti smart (cerdas). Mengatasi keterbatasan dengan cerdas. Merubah kendala menjadi potensi, mengubah pesimisme menjadi optimisme, mengubah tantangan menjadi peluang. Menjalankan semua peran dengan penuh semangat iman. Mengatur waktu dengan sangat hati-hati. Tak sedikitpun dibiarkan untuk mnentang aturan Allah, mengabaikan hak suami, hak anak, atau hak siapapun yang merupakan kewajibannya.

Smart bukan sekedar diukur dari angka terbaik yang diperolehnya dari lembar ujian akademik. Bukan cuma di kampus atau di sekolah. Smart yang dimaksud di sini adalah kemampuan untuk menjadi problem solver bagi setiap persoalan. Baik persoalan yang menimpa dirinya, suami, anak atau umatnya. Hinga suami dan anak tak pernah merasa kehilangan hak atas istri dan ibunya, sesibuk apapun istri. Jika tidak smart, akan sulit bagi istri menyempurnakan perannya.

Smart tetap mesti dilandasi semangat iman. Sehingga kita tak pernah merasa berat menunaikan setiap kewajiban. Dengan semangat iman, energi dapat dikelola secara tepat, sejalan dengan aturan Allah. Bukan berdasarkan selera yang muncul karena ambisi pribadi.

Biduk rumah tangga akan mengarungi lautan dunia. Merajut bekal menuju kehidupan setelah maut. Nahkoda takkan bisa bekerja sempurna tanpa awak yang sigap, cekatan dan membantu nahkoda. Bersama-sama menghadapi terpaan ombak bahkan badai. Mengatur perbekalan agar cukup hingga tiba dipelabuhan, dan mencarinya kembali sebelum habis. Inilah sinergi yang manis dalam rumah, biduk kecil di tengah samudera. Bagaimana nahkoda dapat berkonsentrasi menghindar menabrak karang jika jiwanya tidak tentram. Beban kecemasan tak terhiburkan, beban kebimbangan tak tertunjuki.

Penanggung jawab rumah, penentram jiwa, sekaligus mitra setia dalam suka dan duka. Inilah istri, dengan kasih sayang penuh kemesraan merajut solusi dan solusi dalam setiap percikan kesulitan yang menerpa. Tak sepatah katapun ia relakan melukai suami. Namun tak berarti ia berdiam diri dengan kekeliruan suami. Nasehat bijak disampaikan dengan hati-hati agar tak membangkitkan amarah, melunturkan kasih sayang. Menasehati tanpa menghakimi, membantu tanpa meremehkan, member masukan tanpa menggurui.

Rumah yang tertib, suasana sinergi menyelimuti. Saling asah, asih dan asuh, hingga setiap terpaan riak ombak hingga deburan badai tak menggoyahkan biduk cinta ini, menyusur jalan menuju Surga.Insya Allah…

(Disarikan dari buku Family Guideline 2 dengan beberapa perubahan)

“Dan diantara tanda-tanda kekuasaan Nya adalah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikan Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berfikir “. (Qs. Ar Rum: 21).
Semoga bermanfaat dan penuh Kebarokahan dari Allah.....

Marilah Setiap detak-detik jantung..,
selalu kita isi dengan..
Asma Teragung diseluruh jagad semesta raya ini...


Vicky
Zawiyah Sirul Barokah

Subhanallah wabihamdihi Subhanakallahumma wabihamdika AsyaduAllahilaha illa Anta Astagfiruka wa’atubu Ilaik....

Dikirim pada 15 September 2010 di Uncategories


LAMARANMU KUTOLAK! ===> Dari Buku Taaruf Note (pengen bikin ey hehe)
(Kisah Sederhana, Jenaka tapi Penuh Makna)
Sebagian kisah nyata, yang ku ubah banyak demi kepentingan dan ku sandur kembali dari pelbagai sumber he he

Mereka, lelaki dan perempuan yang begitu berkomitmen dengan agamanya. Melalui ta’aruf yang singkat, padat dan hikmat, mereka memutuskan untuk melanjutkannya menuju khitbah.

Sang lelaki, sendiri, harus maju menghadapi lelaki lain: ayah sang perempuan.
Dan ini, tantangan yang sesungguhnya. Ia telah melewati deru pertempuran semasa aktivitasnya di kampus, pertempuran mempertahankan komitmen ditengah sistem yang memaksa dia keluar dari ’koridor dien’ di perusahaannya, ah tetapi pertempuran yang sekarang amatlah berbeda.

Sang perempuan, tentu saja siap membantunya. Memuluskan langkah mereka menggenapkan agamanya.

Maka, di suatu sore, di sebuah rumah, di sebuah ruang tamu, seorang lelaki muda menghadapi seorang lelaki setengah baya, untuk ’merebut’ sang perempuan muda, dari sisinya. Pekerjaan yang susah memang, mengingat pengalaman buruk sebelumnya, namun semua harus di selesaikan, saat itu hanya niat menyempurnakan dien yang jadi motivasi sang lelaki muda itu.

"Oh, jadi engkau yang akan melamar itu?" tanya sang setengah baya.
"Iya, Pak," jawab sang muda.
"Engkau telah mengenalnya dalam-dalam? " tanya sang setengah baya sambil menunjuk si perempuan.
"Ya Pak, sangat mengenalnya, " jawab sang muda, mencoba meyakinkan.
"Lamaranmu kutolak. Berarti engkau telah memacarinya sebelumnya? Tidak bisa. Aku tidak bisa mengijinkan pernikahan yang diawali dengan model seperti itu!" balas sang setengah baya.
Si pemuda tergagap, "Enggak kok pak, sebenarnya saya hanya kenal sekedarnya saja, ketemu saja baru dua minggu yang lalu."
"Lamaranmu kutolak. Itu serasa ’membeli kucing dalam karung’ kan, aku
takmau kau akan gampang menceraikannya karena kau tak mengenalnya. Jangan-jangan kau nggak tahu aku ini siapa?" balas sang setengah baya, keras.

Ini situasi yang sulit. Sang perempuan muda mencoba membantu sang lelaki muda. Bisiknya, "Ayah, dia dulu aktivis lho."

"Kamu dulu aktivis ya?" tanya sang setengah baya. "Ya Pak, saya dulu sering memimpin aksi demonstrasi anti Orba di Kampus," jawab sang muda, percaya diri.
"Lamaranmu kutolak. Nanti kalau kamu lagi kecewa dan marah sama
istrimu, kamu bakal mengerahkan rombongan teman-temanmu untuk mendemo
rumahku ini kan?"
"Anu Pak, nggak kok. Wong dulu demonya juga cuma kecil-kecilan. Banyak
yang nggak datang kalau saya suruh berangkat."
"Lamaranmu kutolak. Lha wong kamu ngatur temanmu saja nggak bisa, kok
mau ngatur keluargamu?"

Sang perempuan membisik lagi, membantu, "Ayah, dia pinter lho."
"Kamu lulusan mana?"
"Saya lulusan Management Marketing POLXXX Pak. POLXXX itu salah satu POLITEKNIK terbaik di Indonesia lho Pak."
"Lamaranmu kutolak. Kamu sedang menghina saya yang cuma lulusan STM
ini tho? Menganggap saya bodoh kan?"
"Enggak kok Pak. Wong saya juga nggak pinter-pinter amat Pak. Lulus dengan IPK juga cuma dua koma Pak."
"Lha lamaranmu ya kutolak. Kamu saja bego gitu gimana bisa mendidik
anak-anakmu kelak?"

Bisikan itu datang lagi, "Ayah dia sudah bekerja lho."
"Jadi kamu sudah bekerja?"
"Iya Pak. Saya bekerja sebagai Purchasing. Keliling Jawa dan Sumatera
utk membeli raw material Pak."
"Lamaranmu kutolak. Kalau kamu keliling dan jalan-jalan begitu, kamu
nggak bakal sempat memperhatikan keluargamu."
"Anu kok Pak. Kelilingnya jarang-jarang. Wong perusahaannya juga lagi sepi
tdk terlalu laku gitu dech."
"Lamaranmu tetap kutolak. Lha kamu mau kasih makan apa keluargamu,
kalau kerja saja nggak becus begitu?"

Bisikan kembali, "Ayah, yang penting kan ia bisa membayar maharnya."
"Rencananya maharmu apa?"
"Seperangkat alat shalat Pak."
"Lamaranmu kutolak. Kami sudah punya banyak. Maaf."
"Tapi saya siapkan juga emas lima belas gram dan uang limapuluh juta Pak."
"Lamaranmu kutolak. Kau pikir aku itu matre, dan menukar anakku dengan
uang dan emas begitu? Maaf anak muda, itu bukan caraku."

Bisikan, "Dia ga gagap teknologi lho Pak"
"Kamu bisa apa itu, internet?"
"Oh iya Pak. Saya rutin pakai internet, hampir setiap hari lho Pak
saya nge-net."
"Lamaranmu kutolak. Nanti kamu cuma nge-net doang. Menghabiskan
anggaran untuk internet dan nggak ngurus anak istrimu di dunia nyata."
"Tapi saya ngenet cuma ngecek imel saja kok Pak."
"Lamaranmu kutolak. Jadi kamu nggak ngerti Facebook, Blog, Twitter,
Youtube? Aku nggak mau punya mantu gaptek gitu."

Bisikan, "Tapi Ayah..."
"Kamu kesini tadi naik apa?"
"Angkutan umum pak."
"Lamaranmu kutolak. Kamu mau menghina saya ya, melamar anak saya pake angkutan umum"

Bisikan, "Ayahh.."
"Kamu merasa ganteng ya?"
"Nggak Pak. Biasa saja kok"
"Lamaranmu kutolak. Mbok kamu ngaca dulu sebelum melamar anakku yang
cantik ini."
"Tapi pak, di SMU, sebenarnya dah ada 3 cewek yang ungkapin perasaannya kok Pak."
"Lamaranmu kutolak. Kamu berpotensi playboy. Nanti kamu bakal selingkuh!"

Sang perempuan kini berkaca-kaca, "Ayah, tak bisakah engkau tanyakan
soal agamanya, selain tentang harta dan fisiknya?"
Sang setengah baya menatap wajah sang anak, dan berganti menatap sang
muda yang sudah menyerah pasrah.
"Nak, apa adakah yang engkau hapal dari Al Qur’an dan Hadits?"
Si pemuda telah putus asa, tak lagi merasa punya sesuatu yang berharga.
Pun pada pokok soal ini ia menyerah, jawabnya, "Pak, dari tiga puluh
juz saya cuma hapal juz ke tiga puluh, itupun yang pendek-pendek saja.
Hadits-pun cuma dari Arba’in yang terpendek pula."
Sang setengah baya tersenyum, "Lamaranmu kuterima anak muda. Itu
cukup. Kau lebih hebat dariku. Agar kau tahu saja, membacanya saja
pun, aku masih tertatih."
Mata sang muda ikut berkaca-kaca.

Ini harus happy ending, bukan? makanya dibuat happy ending he he

Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah,niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (An-Nahl QS 16:18)


25 October 19.30 Sebuah kosan di CIKARANG BARAT...
@2009

Bani Al-Bantani..

Dikirim pada 29 Agustus 2010 di motivasi


Normal
0
false
false
false
EN-US
X-NONE
X-NONE
MicrosoftInternetExplorer4
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}
Apa yang ada rasakan jika kita memanggil seseorang yang kita kenal tapi orang tersebut tidak menyahut, tidak menggubris, tidak menghiraukan panggilan kita juga tidak menoleh. Padahal suara anda begitu keras terdengar.Tentunya kita akan merasa kesal, marah, dongkol dan perasaan emosi lainnya. Apalagi jika yang kita panggil itu pura-pura tidak mendengar. Pasti kita merasa disepelekan sekali. Begitu juga jika kita sebagai orang tua memanggil anaknya dan anak kita tidak menyahutnya, tentu sebagai orang tua akan marah besar jika itu terjadi.
Semua sepakat jika kita memanggil dan panggilan kita tidak dihiraukan, kita akan emosi. Nah bagaimana jika yang memanggil itu adalah Allah, yang notabene telah memberikan apa yang kita butuhkan selama kita hidup.Dia memanggil kita dalam sehari lima kali dalam waktu yang berbeda-beda. Apakah kita akan menghiraukan dan langsung memenuhi panggilannya untuk bersujud pada-Nya ataukah kita tak menghiraukannya. Tidak jadi soal bagi mereka yang memenuhi panggilan-Nya, tapi bagi mereka yang tak menghiraukan apakah Allah lantas marah? Apakah Allah akan langsung menurunkan siksanya dengan menimpakan ke orang itu berupa meteor yang sebesar upil atau memberikan benjolan di kepalanya.
Maha Benar Allah dengan segala firman-Nya. Setiap muslim pasti hafal dengan bacaan Basmalah, yang artinya "Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dengan Maha Pengasih, Allah tidak langsung memberikan siksaan. Dia masih memberikan kesempatan kepada hambanya untuk melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya selama masih bernafas. Walaupun hambanya itu masih suka berbuat zina, merampok harta orang lain, memperkosa hak orang lain, berjudi dan melakukan dosa-dosa lain termasuk dosa-dosa yang besar lainnya.
Panggilan Allah yang sehari lima kali dalam waktu yang berbeda-beda itu, sebenarnya adalah bentuk rasa syukur kita atas segala apa yang telah di berikan-Nya jika kita mengikutinya. Kalau pun di hitung jam dalam sehari kita hanya membutuhkan setengah jam atau satu jam untuk memenuhi panggilan-Nya.Shalat yang kita lakukan paling lama dalam satu waktu adalah 10 menit. Apa sih yang berat sehingga kita tak melakukannya?
Apa yang terjadi jika setiap muslim tidak melakukan Shalat? Sebagai ilustrasi coba anda genggam sebuah pulpen.Anggap jari yang menggenggam itu adalah rukun Islam. Ibu jari adalah syahadat, jari telunjuk adalah sholat, jari tengah adalah menunaikan zakat, jari manis adalah puasa, dan jari kelingking adalah naik haji.
Anggap bahwa Islam itu adalah pulpen. Coba anda buka jari kelingking, maka pulpen akan tetap tergenggam dan biarkan jari kelingking itu terbuka. Kemudian buka jari manis, pulpen pun tetap tergenggam dan biarkan jari manis terbuka. Terus coba anda buka jari tengah, pulpen masih ada dalam genggaman tidak terlepas dan biarkan jari manis itu tetap terbuka. Tapi anda coba buka jari telunjuk, maka apa yang terjadi pulpen yang tergenggam itu pasti jatuh.
Mengapa shalat begitu penting bagi seoarang muslim, karena jika setiap muslim tidak mendirikan shalat maka Agama Islam ini akan hancur. Walaupun ada hanya namanya saja yang berkibar. Tentang shalat ini Rosulullah sangat mewanti-wantikan sekali kepada umatnya agar jangan di tinggalkan. Saat sakaratul maut Rosulullah mengatakan “Assholah. Asholah....” Dalam hadistnya pun beliau mengatakan bahwa shalat itu adalah tiangnya agama. Bayangkan jika sebuah banguna jika tiangnya runtuh, maka runtuhlah bangunan itu. Apakah Anda sebagai seorang muslim menginginkan hal tersebut?
Apakah kita masih tidak mau melaksanakan panggilan Allah itu. Ataukah kita tetp pura-pura tidak mendengar panggilan itu. Hanya andalah yang menentukannya.

Dikirim pada 25 Agustus 2010 di Uncategories


VIVAnews - Apakah Anda sering menahan buang air kecil? Malas beranjak dari tempat duduk, atau toilet umum yang jorok menjadi alasan umum menahannya.
Jangan membiasakan kebiasaan menahan buang air kecil. Bukan hanya ancaman menderita batu ginjal, tapi juga meningkatkan risiko penyakit infeksi saluran kemih.
Suzanne Merrill-Nach, dokter ahli kebidanan di San Diego, memeringatkan bahaya itu. "Buang air kecil akan membersihkan kandung kemih dari bakteri yang berkembang biak di urin," katanya seperti dikutip dari laman Cosmopolitan.
Artinya, mengabaikan hasrat buang air kecil ke toilet akan menyuburkan perkembangbiakan bakteri di dalam kandung kemih. Inilah yang potensial menimbulkan infeksi saluran kemih.
Menahan buang air kecil juga tidak boleh dilakukan menjelang berhubungan seksual. "Ketika kandung kemih penuh, saluran uretra lebih terbuka sehingga memudahkan masuknya bakteri dari organ intim. Ketika bakteri masuk, terjadilah infeksi saluran kemih," ujarnya.
Menahan buang air kecil juga mengakibatkan gangguan pompa kandung kemih. Itulah usai menahannya, urin tak bisa tuntas dikeluarkan. Orang menyebutnya anyang-anyangan. Jangan sepelekan kondisi ini, karena sisa urin yang sulit keluar juga potensial memicu infeksi saluran kemih.
Urine adalah cairan sisa yang diekskresikan ginjal. Cairan berupa bahan terlarut sisa metabolisme seperti urea, garam terlarut, dan materi organik, ini akan dikeluarkan tubuh melalui proses saluran kemih. Menahannya keluar akan membuat �sampah� terlarut itu mengendap dan mengganggu fungsi kandung kemih dan ginjal
Moga bermanfaat....
sumber : Yahoo

Dikirim pada 17 Agustus 2010 di Uncategories


Normal
0
false
false
false
EN-US
X-NONE
X-NONE
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

Banyak diantara kita ketika impian tidak sesuai dengan apa yang diinginkan membuat kita frustasi. Kita minta A tapi kita di kasih B dan seterusnya. Hal ini juga membuat seseoarang malas untuk memulainya lagi. Mereka pun terpuruk dalam kefrustasian. Lebih paranya lagi mereka melakukan hal-hal yang tak terpuji, bunuh diri, menganiaya diri sendiri, bahkan membuat tindakan yang melawan hukum dan juga norma agama.
Kalau kita mau merenungi apa yang terjadi, walaupuin itu tidak sesuai dengan apa yang kita impikan. Sebenarnya bisa jadi itu adalah yang terbaik buat kita.Apa yang kita impikan mungkin sangan baik bagi kita, tapi belum tentu menurut Allah. Yakinlah bahwa hanya Allah yang lebih tahu dari kita. Dan Allah pasti akan memberikan yang terbaik untuk kita.Kenapa kita gagal meraih impian kita, mungkin belum saatnya bagi kita untuk meraih itu. Allah tahu bahwa kita belum siap untuk menerima impian kita. Dengan Rahman dan Rahim-Nya Dia tidak ingin hambanya menjadi sombong jika impian itu terwujud.
Segala sesuatu pasti ada prosesnya, sejauh mana kita mengasah potensi yang kita miliki. Allah juga ingin menguji hamba-Nya sampai dimana kesabaran seorang hamba menjalani proses mewujudkan impiannya. “Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta diguncangkan (dengan bermacam-macam cobaan).” (Qs.Al-Baqarah:214). Jika Allah telah menghendaki kita untuk mendapatkan apa yang diimpikan, Allah pasti akan memberikannya. Dan bisa jadi yang itu lebih baik dari sebelumnya.
Apa yang harus kita lakukan ketika harapan dan impian kita tidak sesuai dengan kenyataan. Mungkin hal di bawah ini bisa kita jadikan acuan.
1. Bertindaklah selalu secara fleksibel dan dinamis
Jika kita bener-bener ingin meraih sebuah impian, kita harus siap mengadapi perubahan yang sewaktu-waktu datang begitu saja tanpa kita ketahui sebelumnya. Perubahan itu bisa sajaterjadi setiap hari, disinilah kita membutuhkan tindakan yang fleksibel dan dinamis. Seperti apa tindakan yang fleksibel itu. Kita tahu bahwa alam ini tidak hanya tenang, suatu waktu alam ini suak bergolak dengan menimbulkan badai, anagin topan, gempa dan sebagainya. Nah pohon besar dan kokoh saat di terpa angin besar kadang tumbang atau mungkin ada batang yang patah. Tapi kita lihat pohon bambu, diterpa angin dia akan mengikuti arah angin itu. Pohon bambu akan meliuk-liuk mengikutinya. Sehingga jarang ada pohon bambu yang tumbang dan patah. Inilah yang di maksud dengan fleksibel dan dinamis. Ikuti perubahan yang terjadi dengan tindakan-tindakan yang positif yang tetap mengarah pada satu tujuan utama kita yaitu meraih impian.
2. Berpikirlah bahwa INILAH yang terbaik untuk kita!
Ketika harapan tidak sesuai dengan kenyataan jangan membuat diri kita terpuruk. Berpikirlah positif. Percayalah pada keputusan yang Allah berikan. Bisa jadi keputusan itu adalah justru yang terbaik buat kita. Bersikaplah khusnuzhon pada Allah. Allah lebih tahu untuk diri kita, mana yang lebih pantas bagi kita. Jalani terus dan berdoa memohon selalu petunjuk-Nya, apakah benar putusan itu datangnya dari Allah. Jangan biarkan pikiran kita diselimuti oleh hal-hal yang menyebabkan kita terpuruk dan frustasi yang berlarut-larut.
Berikan ’AFIRMASI’. Afirmasi adalah kata-kata positif yang diucapkan berulang-ulang & diyakini untuk membentuk citra postif untuk mengurangi sikap-sikap negatif dalam diri kita.
Contoh, keetika anda bercermin cobalah ucapkan kata-kata yang memberikan motivasi pada diri anda yang ada di cermin,”Hari ini aku gagal tapi hari esok aku yakin bisa mencapai apa yang aku impikan. Aku tidak akan menyerah sampai kapan pun.” Dan masih banyak kata-kata yang membangun diri kita untuk maju terus. Atau tulilah kata-kata motivasi di cermin anda. Menurut ahli Hynotherapy, afirmasi itu akan terekam oleh alam bawah sadar kita. Dan jika terus diucapkan dan penuh keyakinan, maka kita SEDANG atau AKAN menjadi seperti itu adanya, yang kita ucapkan. Dengan kata lain kita sama saja sedang berdoa.
Silakan di coba.....!
3. Tetap Siapkan MENTAL PEMENANG!
Dalam mengejar impian tidaklah berjalan seperti apa yang kita bayangkan. Jalan menuju itu pasti akan banyak halangan dan rintangan. Mental baja sangat di perlukan dalam hal ini. Semuanya pasti melalui tahapan-tahapan. Dari tingkat bawah hingga tingkat tinggi pasti ada tangga-tangga yang harus kitatapaki. Jangan pernah naik jika kita takut jatuh. Pemenang sejati adalah apabila jatuh dia akan bangkit lagi, jatuh abngkit lagi untuk sebuah kemenangan. Dia yakin kegagalan adalah awal meraih kesuksesan. Kesempatan untuk jadi pemenang akan selalu terbuka bagi siapa saja, tanpa terkecuali.
Rejeki dan kemenangan itu sungguh tidak terkira banyaknya dari Tuhan, masih banyak yang menggantung di langit! Sekarang tinggal bagaimana cara anda! Apakah mau meraihnya? Atau mengharapkan turun dengan sendirinya?

Saya sarankan, jangan pernah memilih yang kedua. Kita semua tahu bahwa yang namanya kemenangan itu seringkali dimiliki oleh mereka yang... tidak pernah berhenti berusaha!


diedit dari karya : Anne Ahira


Dikirim pada 04 Agustus 2010 di motivasi


Normal
0
false
false
false
EN-US
X-NONE
X-NONE
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}
“Buah jatuh tidak akan jauh dari pohonnya” Semua tahu arti dari pribahasa tersebut. Anak adalah anugerah yang besar bagi sebuah keluarga. Tanpa anak sebuah keluarga akan terasa hambar. Tak ada tawa ceria seoarang anak akan memberikan dampak fisikologis bagi pasangan suami istri. Kebahagiaan akan terpancar dari pasangan suami istri manakala sang anak lahir. Bahkan seorang ibu rela mengorbankan jiwanya untuk sang anak di saat-saat melahirkan.
Pada perkembangannya anak sangat di pengaruhi oleh lingkungan di mana ia tinggal. Rumah tangga yang harmonis akan memberikan dampak yang positif pada perkembangan anak. Berbeda dengan rumah tangga yang sebaliknya perkembangan anak cenderung negatif, baik fisik maupun karakternya. Ditambah dengan lingkungan dimana ia berinteraksi dengan orang lain, itu juga kan memberikan warna sifat dan tingkah laku si anak.
Diabad yang moderen ini tentunya juga akan mempengaruhi perkembangan anak. Salah satunya media Televisi. Setiap keluarga pada saat ini hampir punya yang namanya televisi. Karena media ini gampang untuk di dapatkannya. Di media ini kita dapat menyaksikan gambar yang hidup. Apa yang di tampilkan seperti nyata. Dari tayangan-tayangan yang ada tersebut itulah yang sangat berbahaya bagi perkembangan mental seorang anak. Karena setiap hari kita menonton adegan-adegan yang tentunya tidak terlepas dari kekerasan dan sex.
Bagi anak ketika menonton yang diperhatikan adalah saat adegan seoarang jagoan ketika berlaga. Dan itu tidak dipungkiri dalan adegan itu sifat kekerasan pasti ada. Hal inilah yang sangat berpengaruh pada karakter seorang anak. Dan hal tersebut dilihat si anak setiap hari, maka secara otomatis itu akan di serap oleh otak si anak. Mereka akan menyimpannya dalam memori setiap apa yang di lihatnya. Bahkan sekali-sekali mereka akan menirukannya dan melakukannya dalam kehidupan sehari-harinya.
Seorang psikolog sosial mengamati, jenis film-film laga kepahlawanan (hero) selalu menarik perhatian dan disenangi anak-anak, termasuk balita, sehingga mereka tahan berjam-jam duduk di depan layar kaca. Diduga, selain menghibur, yang terutama bikin “kecanduan” ialah unsur thrill, suasana tegang saat menunggu adegan apa yang bakal terjadi kemudian. Tanpa itu, film cenderung datar dan membosankan.
Sebuah survai pernah dilakukan Christian Science Monitor (CSM) tahun 1996 terhadap 1.209 orang tua yang memiliki anak umur 2 – 17 tahun. Terhadap pertanyaan seberapa jauh kekerasan di TV mempengaruhi anak, 56% responden menjawab amat mempengaruhi. Sisanya, 26% mempengaruhi, 5% cukup mempengaruhi, dan 11% tidak mempengaruhi.
Hasil penelitian Dr. Brandon Centerwall dari Universitas Washington memperkuat survai itu. Ia mencari hubungan statistik antara meningkatnya tingkat kejahatan yang berbentuk kekerasan dengan masuknya TV di tiga negara (Kanada, Amerika, dan Afrika Selatan). Fokus penelitian adalah orang kulit putih. Hasilnya, di Kanada dan Amerika tingkat pembunuhan di antara penduduk kulit putih naik hampir 100%. Dalam kurun waktu yang sama, kepemilikan TV meningkat dengan perbandingan yang sejajar. Di Afrika Selatan, siaran TV baru diizinkan tahun 1975. Penelitian Centerwall dari 1975 – 1983 menunjukkan, tingkat pembunuhan di antara kulit putih meningkat 130%. Padahal antara 1945 – 1974, tingkat pembunuhan justru menurun (Kompas, 20-3-1995).
Centerwall kemudian menjelaskan, TV tidak langsung berdampak pada orang-orang dewasa pelaku pembunuhan, tetapi pengaruhnya sedikit demi sedikit tertanam pada si pelaku sejak mereka masih anak-anak. Dengan begitu ada tiga tahap kekerasan yang terekam dalam penelitian: awalnya meningkatnya kekerasan di antara anak-anak, beberapa tahun kemudian meningkatnya kekerasan di antara remaja, dan pada tahun-tahun akhir penelitian di mana taraf kejahatan meningkat secara berarti yakni kejahatan pembunuhan oleh orang dewasa.
Penemuan ini sejalan dengan hasil penelitian Lembaga Kesehatan Mental Nasional Amerika yang dilakukan dalam skala besar selama sepuluh tahun. “Kekerasan dalam program televisi menimbulkan perilaku agresif pada anak-anak dan remaja yang menonton program tersebut,” demikian simpulnya. Sedangkan Ron Solby dari Universitas Harvard secara terinci menjelaskan, ada empat macam dampak kekerasan dalam televisi terhadap perkembangan kepribadian anak. Pertama, dampak agresor di mana sifat jahat dari anak semakin meningkat; kedua, dampak korban di mana anak menjadi penakut dan semakin sulit mempercayai orang lain; ketiga, dampak pemerhati, di sini anak menjadi makin kurang peduli terhadap kesulitan orang lain; keempat, dampak nafsu dengan meningkatnya keinginan anak untuk melihat atau melakukan kekerasan dalam mengatasi setiap persoalan.
Sangat disayangkan jika ini terjadi pada anak-anak kita. Dan yang pasti kita tidak mau itu terjadi. Selayaknyalah bagi para orang tua untuk memperhatikan perkembangan anaknya, apalagi pada saat menonton acara televisi. Carilah program yang cocok untuk di lihat oleh anak. Dan arahkan jika dalam sebuah tayangan memperlihatkan kekerasan. Beri mereka penjelasan mana yang salah dan mana yang benar, mana yang harus di lakukan atau di tinggalkan.
Berikan jadwal kepada anak kita untuk menonton. Kapan mereka harus menonton, kapan mereka untuk belajar, kapan mereka untuk berinteraksi dengan temannya. Dampingi mereka saat menonton. Oran tua harus bener-benar menjadi tauladan bagi anak-anaknya. Kita menyuruh anak untuk tidak menonton tapi orang tuanya kadang masih saja menonton, tentu hal ini bukan contoh yang baik bagi anak-anaknya.
Nabi Muhammad SAW pernah bekata, bahwa jika anak Adam meninggal maka putuslah semua amalannya di dunia, kecuali mereka yang meninggalkan anak yang soleh salah satunya. Tentu kita ingin mempunyai anak yang soleh sebagai bekal kita nanti di akherat. Walaupun kita telah meninggal tapi kita akan tetap mendapatkan pahala karena kita telah meninggalkan anak yang soleh.
Jadikan anak kita sebagai aset untuk bekal di akherat nanti.

Dikirim pada 03 Agustus 2010 di saint


Normal
0
false
false
false
EN-US
X-NONE
X-NONE
MicrosoftInternetExplorer4
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:"Times New Roman";
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}
Tiga bulan kemarin media di hebohkan oleh berita Ariel, Luna maya, dan Cut tari. Video mesum mereka telah menghantarkan mereka pada kasus hukum pidana. Hampir semua media baik elektronik ataupun media tulis menjadikan kasus tersebut pada halaman utama. Dan kasus-kasus sebelumnya yang hampir heboh juga jadi tertutup oleh kehadiran berita Ariel dan dua artis papan atas tersebut. Sehingga semua lapisan masyarakat dari anak-anak sampai orang tua tahu. Bahkan anak-anak mendonlowd video mereka. Inilah yang menghawatirkan kita semua.
Ariel , Luna maya, dan Cut tari bisa jadi lagi apes atau sial alias kena getahnya. Kenapa?... Kita juga pernah mendengar dari berita tentang video mesum anggota DPR dengan artis dangdut, tapi beritanya tak seheboh ariel.Dan saya yakin masih banyak lagi video mesum yang lain di kalangan artis sebelum Arilel. Tetapi kenapa ariel, luna maya, dan Cut tari yang kena batunya.? Maaf...saya nulis ini bukan berarti saya fans berat Ariel terus ngebelanya.
Terlepas dari itu semua kita bisa mengambil hikamh dari peristiwa ini. Dengan terungkapnya kasus ini semua mata terbuka. Terutama para orang tua, mereka pasti khawatir kalau anak-anaknya tahu video mesum mereka. Dan itu kita bisa lihat di media pengaruhnya. Guru-guru memeriksa Hp murid-muridnya, begitu juga dengan para orang tua. Takut-takut ada video mesumnya. Wah...pokonya saat itu semua mengantisifasi banget. Semua yang berbau pornografi di hapus. Bahkan menteri juga menghimbau agar semua internet yang ada pornografi segera di blokir. Para polisi juga demikian menyisir semua warnet, yang masih ada pornografinya akan di tindak...!
Kebayangkan jika kasus ini tidak terkuak, akan seperti apa nanti anak-anak Indonesia yang merupakan generasi penerus bangsa ini. Tapi ya gitu, apa di jamin semuanya yang berhubungan dengan internet yang ada pornografinya akan hilang, Tentu nggak kan. Yang terpenting bagi kita semua adalah mengantisifasi lewat orang tuanya masing-masing.
Terkadang heran juga, ada aja orang yang tidak setuju dengan adanya Undang-Undang Pornografi. Mereka menetang dengan alasan itu akan menggagu HAM. Padahal jelas pengaruh negatif dari fornografi ini jauh lebih besar dari pada pengaruh positifnya. Apa mereka gak sadar jika pornografi itu mempengaruhi anak-anak mereka. Fakta sudah banyak terjadi pada jaman sekarang ini. Banyak anak yang lahir tanpa bapaknya, pembantu yang di perkosa majikannya, anak-anak ABG sudah ga perawan lagi, bahkan yang lebih parah lagi ada ibu yang di perkosa oleh anak kandungnya sendiri. APA KATA DUNIA.
Apakah orang-orang yang tidak mendukung Undang-Undang Pornografi pernah menanyakan kepada korban-korban pemerkosaan? Pernahkah mereka menanyakan kenapa pemerkosaan itu terjadi? Dan mungkin masih banyak lagi kasus-kasus yang di sebabkan oleh pornografi. Akan seperti apa nanti generasi kita jika Undang-Undang pornografi ini tidak di sahkan oleh pemerintah. Apakah kita senang jika anak-anak kita menajadi salah satu korban dari pornografi ini. Hanya anda yang bisa menjawabnya.
Sebagai renungan kita semua, Nabi Muhammad SAW pernah berkata, “JANGAN DEKATI ZINA...! Nabi kita hebat ya, beliau sudah mengantisifasinya agar umatnya jangan sampai melakukan zina. Medekatinya aja jangan apa lagi melakukannya...
maaf jika ada yang tersinggung....Moga bermanfaat..

Dikirim pada 31 Juli 2010 di Uncategories


Normal
0
false
false
false
EN-US
X-NONE
X-NONE
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}
Kumandang adzan maghrib saling bersahutan antar masjid satu dengan masjid yang lain. Mengundang umat muslim untuk melaksanakan sholat. Segera aku bersiap-siap untuk berangkat ke mesjid dekat kontrakanku. Seharian sudah kita beraktivitas,dengan segala pekerjaan yang rutin . Saatnya kita untuk bersujud pada-Nya.
Di masjid yang tak begitu besar juga tidak kecil sudah ada beberapa orang untuk melaksanakan sholat berjamaah maghrib. Dari anak-anak sampai orang tua ada, tak berapa lama iqomat pun di lantunkan.Dengan suara yang biasa-biasa imam membaca ayat-ayat Al-Qur’an sampai rakaat terakhir. Kemudian salam, berdoa. Setelah itu ada yang mengerjakan sunah rawatib ada juga yang langsung pulang. Begitu juga dengan anak-anak, ada yang pulang ada juga yang mengaji ala kadarnya.
Ada rasa kangen juga ketika melihat anak-anak yang mengaji. Sewaktu di kampung aku suka ngajarin anak-anak untuk mengaji dan memberikan pelajaran tentang Islam. Kangen dengan suara rame mereka, nakalnya anak-anak, sibuknya mengatur mereka agar mau mengaji. Ada satu kebahagiaan tersendiri ketika apa yang aku ajarkan kepada mereka, mereka mengikuti dan mengamalkannya.
Namun terkadang ada rasa sedih juga. Sampai sekarang masjid tidak berubah tetep sepi oleh jamaahnya,. Hanya waktu solat jumat masjid begitu banyak jamaahnya. Yang ada kadang orang yang sudah lanjut usia . Bahkan para remaja seakan sungkan untuk melangkahkan kaki ke masjid. Saat ini orang lebih suka ke mall atau ke tempat hiburan daripada ke mesjid. Mereka lebih senang menghabiskan uang disana, lebih senang mengajak anak-anaknya kesana.
Kesan masjid saat ini hanyalah sebatas untuk shalat belaka, itu pun jika sempat ke mesjid. Berbeda saat zaman rosulullah. Para sahabat jika terdengar kumandang adzan maka mereka segera menuju masjid meninggalkan segala aktivitas, mereka belajar ilmu kepada Rosulullah. Kalau sekarang mungkin mengaji. Para sahabat begitu yakin akan balasan bagi mereka yang memakmurkan masjid. Rosulullah bersabda, bahwa nanti di akherat yang akan mendapatkan perlindungan dari Allah salah satunya adalah mereka yang sangat mencintai masjid, memakmurkannya.
Sedih rasanya melihat masjid yang menjulang tinggi dan megah tapi tak ada jamaahnya. Pada kemana orang-orang yang ada di sekitar masjid tersebut. Mereka lebih betah di rumah melihat tayangan-tayangan tivi dengan berbagai hiburannya. Tanpa sadar anak-anak kita telah dicekoki oleh acara-acara yang seharusnya untuk dewasa. Anak-anak sekarang lebih hafal lagu orang dewasa dari pada surat-surat yang ada di dalam Al-Qur’an. Anak-anak lebih tahu siapa itu Ariel peterpen dari pada sahabat rosul. Telinga anak-anak lebih akrab dengan Luna maya dari pada Siti maryam atau Siti aisyah. Saat bercerita sinetron, anak-anak-anak begitu hapal jalan ceritanya dari pada cerita kisah para nabi. Seperti inikah generasi muslim di negara kita.
Akan di bawa kemana generasi muslim suatu saat nanti. Akan seperti apa mereka nanti jika saat ini mereka di cekoki hal-hal yang negatif. Mereka sudah dewasa sebelum masanya.Mungkin mereka cerdas tapi akhlak mereka bobrok. Mereka tahu mesjid tapi mereka tak pernah masuk kedalamnya, apalagi mengikuti kegiatan-kegiatan yang ada di dalamnya. Mau di bawa kemana mereka.
Sedih rasanya melihat masjid yang megah dan mewah tapi jamaahnya tidak ada...
Ohhhh masjid....riwayatmu kini...

Dikirim pada 30 Juli 2010 di motivasi
Awal « 1 2 3 » Akhir
Profile

Berusaha menjadi muslim yang taat dan berusaha untuk memberikan yang terbaik untuk agamaku "Islam is my Life" More About me

Page
BlogRoll
Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 187.131 kali


connect with ABATASA