0
Dikirim pada 30 April 2010 di Uncategories

 

 

Apakah ada yang tidak pernah melihat orang marah? Rasanya itu tidak mungkin. Coba perhatikan orang yang sedang marah., matanya, urat-uratnya, kata-kata yang keluar, raut wajahnya. Lebih dari itu orang yang marah suka menjadikan benda yang ada di sekelilingnya menjadi sasaran. Apa aja yang ada suka di banting atau di lempar hanya untuk menghilangkan kekesalannya. Sangat berbahaya jika yang  ada ditangannya itu adalah benada tajam. Maka hati-hatilah orang yang ada di sekitarnya.

Islam dalam hal ini  menganjurkan agar kita bisa menahan marah. Rosulullah SAW pernah berpesan kepada seseorang yang bertanya kepadanya. Dari Abu Hurairah r.a bahwa seorang lelaki telah berkata kepada nabi SAW yang maksudnya: "Berwasiatlah kepada ku." Sabda Rasulullah SAW: "Jangan kamu marah." Maka lelaki itu mengulangi kata-katanya berulang kali. Sabda Rasulullah SAW: "Jangan kamu marah".  (HR. Bukhari)

Pasti ada alasan tertentu yang menyebabkan Rosulullah berpesan seperti itu. Dan memang benar jika  di hubungkan dengan kesehatan ternyata marah ini dapat menyebabkan beberapa fungsi tubuh akan terganggu.

Merusak Jantung

Baru-baru ini, Journal of the American College of Cardiology mengeluarkan karya ilmiah bertajuk hubungan antara marah dengan penyakit jantung.

Yoichi Chida, MD, Ph.D dari Departemen Epidemiologi dan Kesehatan Masyarakat, University College, London mengemukakan bahwa marah dan sikap permusuhan dapat meningkatkan risiko terkena penyakit jantung koroner sebesar 19% pada orang sehat. Pada mereka yang sudah punya riwayat penyakit jantung sebelumnya, peningkatan ini mencapai 24%.

Risiko terkena serangan jantung semakin besar bagi seorang laki-laki. Kesimpulan ini didasarkan pada penelitian Steven Boyle, Ph.D dari Duke University Medical Center terhadap 313 laki-laki. Penelitian tersebut menunjukkan adanya peningkatan jumlah protein yang dinamakan C3 dan C4. Kedua protein yang ada dalam sistem kekebalan tubuh ini merupakan penanda terjadinya peradangan dan luka.

Perubahan jumlah protein dalam sistem C3 dan C4 berkaitan dengan sejumlah penyakit, seperti gangguan arteri hati. Pada pria yang memiliki rasa permusuhan, gejala perasaan tertekan, dan keadaan marah dengan tingkat tertinggi mengalami peningkatan kadar C3 sampai 7.1%.

Dapatkah terapi psikologis mengurangi kadar C3? "Saat ini, kami belum mengetahui apakah campur tangan dalam mengurangi sikap permusuhan dan marah dapat menurunkan kadar C3 atau penanda peradangan lainnya", kata Boyle. Akan tetapi, ia menambahkan, "Bahkan seandainya peradangan tidak dapat berkurang dengan campur tangan seperti itu, sikap permusuhan dan marah dengan tingkat rendah berkemungkinan berdampak pada hubungan (antar-manusia) yang lebih baik dan kesehatan yang meningkat".

Membahayakan Paru-Paru

Selain dengan penyakit jantung, marah dan sikap permusuhan juga berkaitan dengan kematian, asma, dan paru-paru. Tingkat sikap permusuhan yang tinggi semakin mempercepat terjadinya penurunan alami fungsi paru-paru. Kesimpulan tersebut merupakan hasil analisis terhadap penelitian US Normative Aging Study kepada 670 laki-laki.

Setiap kenaikan satu poin skor permusuhan (satuan tingkat permusuhan), setara dengan hilangnya FEV1 sebanyak 9 ml pertahun. FEV1 merupakan ukuran kekuatan paru-paru,yang dihitung dari volume udara yang dapat dihembuskan paru-paru per detik.

Dalam pengantar hasil penelitian tersebut, Dr. Paul Lehrer dari University of Medicine and Dentistry di New Jersey, Amerika Serikat menuliskan, "Sungguh sangat sulit menemukan suatu penyakit yang sama-sekali tidak dipengaruhi oleh emosi atau stres dalam hal keparahan gejala, keseringan atau kekuatan kambuhnya". Pernyataan tersebut semakin mempertegas hubungan marah dan sikap permusuhan dengan penurunan fungsi paru-paru.

Demi kebaikan  alangkah lebih baik ketika  akan marah kita bisa menahannya. Jika tersinggung oleh ucapan-ucapan teman atau siapa saja. Memaafkan bahkan lebih baik karena hal ini sangat dianjurkan oleh Allah, sebagai mana firman-Nya :

"(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan". (QS. Ali Imron 3:134).

Moga Allah melindungi kita dari perbuatan MARAH.

 



Dikirim pada 30 April 2010 di Uncategories
comments powered by Disqus
Profile

Berusaha menjadi muslim yang taat dan berusaha untuk memberikan yang terbaik untuk agamaku "Islam is my Life" More About me

Page
BlogRoll
Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 194.723 kali


connect with ABATASA